Just another WordPress.com weblog

Instalasi dan Konfigurasi Bind

DNS adalah suatu bentuk database yang terdistribusi, dimana pengelolaan secara lokal terhadap suatu data akan segera diteruskan ke seluruh jaringan (internet) dengan menggunakan skema client-server. Suatu program yang dinamakan name server, mengandung semua segmen informasi dari database dan juga merupakan resolverbagi client-client yang berhubungan ataupun menggunakannya.

Struktur dari database DNS bisa diibaratkan dengan dengan struktur file dari sebuah sistem operasi UNIX. Seluruh database digambarkan sebagai sebuah struktur terbalik dari sebuah pohon (tree) dimana pada puncaknya disebut dengan root node. Pada setiap node dalam treetersebut mempunyai keterangan (label) misalnya, .org, .com, .edu, .net, .id dan lain-lainnya, yang relatif rerhadap puncaknya (parent).Ini bisa diibaratkan dengan relative pathname pada sistem file UNIX,seperti direktori bin, usr, var, etc dan lain sebagainya. Pada puncak root nodedalam sebuah sistem DNS dinotasikan dengan ”.” atau ”/” pada sistem file UNIX.

BIND (Berkeley Internet Name Domain) adalah sebuah implementasi dari protokol DNS dan menyediakan implementasi referensi didistribusikan secara terbuka komponen utama dari Domain Name System, termasuk:

  • Domain Name System server
  • Domain Name System resolver library
  • Tools for managing and verifying the proper operation of the DNS server

 
 

Instalasi BIND

Anda bisa mendapatkan softare BIND yang paling baru dari website resmi ISC dengan alamat http://www.isc.org/products/BIND

Diasumsikan anda terhubung ke internet dan terdapat utilitas wgetuntuk mendowload software dari ISC, jika anda telah mempunyai source BIND anda bisa melewati langkah berikut ini :

[root@wedus asfik]# wget ftp://ftp.isc.org/isc/bind9/9.2.2rc1/bind-9.2.2rc1.tar.gz

Kemudian kita mekarkan file source, melakukan kompilasi dan menambah user yang akan menjalakan BIND, pada proses make install akan terbentuk direktori /usr/local/named sebagai direktori utama dimana software ini disimpan :

[root@wedus asfik]# tar -xzvf bind-9.2.2rc1.tar.gz

[root@wedus asfik]# cd bind-9.2.2rc1

[root@wedus bind-9.2.2rc1]# ./configure –prefix=/usr/local/named

[root@wedus bind-9.2.2rc1]# make

[root@wedus bind-9.2.2rc1]# make install

[root@wedus bind-9.2.2rc1]# adduser -d /var/named -s /bin/false named

Ganti direktori ke home direktori user named serta mendownload filenamed.root yang berisi tentang informasi dari root-servers :

[root@wedus bind-9.2.2rc1]# cd /var/named

[root@wedus named]# wget ftp://internic.net/domain/named.root

Kemudian buat file untuk reverse PTR localhost (anda bisa menggunakan editor favorit anda, disini kita menggunakan vi) :

[root@wedus named]# vi db.127.0.0

Isi file db.127.0.0 adalah :

$TTL 86400

@       IN      SOA     localhost. root.localhost. ( 

                      2003021500      ; serial

                      28800           ; refresh

                      14400           ; retry

                      3600000         ; expiry

                      86400 )         ; minimum

 
 

        IN      NS      localhost.

1       IN      PTR     localhost.

Kemudian salin file db.127.0.0 ke alamat network IP anda (bisa IP intranet atau IP yang anda dapatkan dari ISP anda), disini dimisalkan network yang akan kita reverse adalah 10.126.24.0/24 dan IP 10.126.24.1 adalah IP dimana software BIND akan kita install :

[root@wedus named]# cp db.127.0.0 db.10.126.24

Kemudian buat file yang berisi tentang zone dari localhost :

[root@wedus named]# vi db.localhost

Isi dari file db.localhost adalah :

$TTL 86400

$ORIGIN localhost.

@       IN      SOA     localhost. root.localhost. (

                        2003021500      ; serial

                        28800           ; refresh

                        14400           ; retry

                        3600000         ; expiry

                        86400 )         ; minimum

 
 

        IN      NS      localhost.

        IN      A       127.0.0.1

Buat sebuah direktori untuk menyimpan file konfigurasi dari daemonprogram BIND :

[root@wedus named]# mkdir /usr/local/named/etc

Buat file /usr/local/named/etc/named.conf yang akan dijadikan sebagai file konfigurasi dari program BIND :

[root@wedus named]# vi /usr/local/named/etc/named.conf

Isi dari file /usr/local/named/etc/named.conf adalah :

options {

        directory “/var/named”;

        allow-transfer { 10.126.24.2/32; };

        pid-file “/var/named/named.pid”;

};

 
 

logging {

        category lame-servers { null; };

};

 
 

zone “.” IN {

        type hint;

        file “named.root”;

};

 
 

zone “localhost” IN {

        type master;

        file “db.localhost”;

        allow-update { none; };

};

 
 

zone “0.0.127.in-addr.arpa” IN {

        type master;

        file “db.127.0.0″;

        allow-update { none; };

};

 
 

zone “24.126.10.in-addr.arpa” IN {

        type master;

        file “db.10.126.24″;

};

Kemudian meng-generate file konfigurasi yang akan digunakan oleh program rndc, ingat hasil dari perintah rndc-confgen bisa jadi berbeda dengan apa yang ditampilkan disini :

[root@wedus named]# /usr/local/named/sbin/rndc-confgen

Kemudian copy-paste dari hasil perintah tersebut diatas mulai dari baris“# Start of rndc.conf” sampai dengan baris “# End of rndc.conf”, simpan dengan nama file /usr/local/named/etc/rndc.conf . Kemudiancopy-paste lagi dengan menghilangkan tanda “#”, mulai dari baris “# key “rndc-key”…” sampai dengan baris yang hampir paling bawah diatas baris “# End of named.conf “ yaitu sampai dengan baris “};”kemudian tambahkan pada file /usr/local/named/etc/named.conf . Sebagai contohnya adalah sebagai berikut ini, isi dari file/usr/local/named/etc/rndc.confmisalnya :

# Start of rndc.conf

key “rndc-key” {

        algorithm hmac-md5;

        secret “2LCJImnMimOwc1odWR6jfg==”;

};

 
 

options {

        default-key “rndc-key”;

        default-server 127.0.0.1;

        default-port 953;

};

# End of rndc.conf

Sedangkan pada file /usr/local/named/etc/named.conf ditambahkan sebagai berikut :

key “rndc-key” {

       algorithm hmac-md5;

       secret “2LCJImnMimOwc1odWR6jfg==”;

};

 
 

controls {

        inet 127.0.0.1 port 953

        allow { 127.0.0.1; } keys { “rndc-key”; };

};

 
 

Kemudian langkah selanjutnya adalah mengubah kepemilikan home direktori dari user named, kemudian menjalankan daemon dari program BIND :

[root@wedus named]# chown -R named.named /var/named

[root@wedus named]# /usr/local/named/sbin/named -u named -c /usr/local/named/etc/named.conf

Jika sukses anda bisa melihat pada file /var/log/messages pesan-pesan sebagai berikut :

[root@wedus named]# tail -f /var/log/messages

Feb 15 12:54:18 wedus named[25139]: starting BIND 9.2.2rc1 -u named -c /usr/local/named/etc/named.conf

Feb 15 12:54:18 wedus named[25139]: using 1 CPU

Feb 15 12:54:18 wedus named[25139]: loading configuration from ‘/usr/local/named/etc/named.conf’

Feb 15 12:54:18 wedus named[25139]: no IPv6 interfaces found

Feb 15 12:54:18 wedus named[25139]: listening on IPv4 interface lo, 127.0.0.1#53

Feb 15 12:54:18 wedus named[25139]: listening on IPv4 interface eth0, 10.126.24.1#53

Feb 15 12:54:18 wedus named[25139]: command channel listening on 127.0.0.1#953

Feb 15 12:54:18 wedus named[25139]: zone 24.126.10.in-addr.arpa/IN: loaded serial 2003021500

Feb 15 12:54:18 wedus named[25139]: zone 0.0.127.in-addr.arpa/IN: loaded serial 2003021500

Feb 15 12:54:18 wedus named[25139]: zone localhost/IN: loaded serial 2003021500

Feb 15 12:54:18 wedus named[25139]: running

Untuk mengaktifkan daemon BIND setiap kali komputer direstar, tambahkan perintah “/usr/local/named/sbin/named -u named -c /usr/local/named/etc/named.conf” pada file rc.local didistro kesayangan anda. Jika anda menggunakan Redhat file rc.localterdapat pada direktori /etc, misalnya :

[root@wedus named]# echo “/usr/local/named/sbin/named -u named -c /usr/local/named/etc/named.conf” >> /etc/rc.local

Kemudian kita set resolver agar menggunakan name server localhost:

[root@wedus named]# echo “nameserver 127.0.0.1″ > /etc/resolv.conf

Testing query menggunakan name server localhost dengan perintahhost :

[root@wedus named]# host 127.0.0.1

1.0.0.127.in-addr.arpa domain name pointer localhost.

[root@wedus named]# host localhost

localhost has address 127.0.0.1

Atau dengan menggunakan perintah dig :

[root@wedus named]# dig -x 127.0.0.1

; <<>> DiG 9.2.2rc1 <<>> -x 127.0.0.1

;; global options:  printcmd

;; Got answer:

;; ->>HEADER<<- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 64212

;; flags: qr aa rd ra; QUERY: 1, ANSWER: 1, AUTHORITY: 1, ADDITIONAL: 1

;; QUESTION SECTION:

;1.0.0.127.in-addr.arpa.                IN      PTR

 
 

;; ANSWER SECTION:

1.0.0.127.in-addr.arpa. 86400   IN      PTR     localhost.

 
 

;; AUTHORITY SECTION:

0.0.127.in-addr.arpa.   86400   IN      NS      localhost.

 
 

;; ADDITIONAL SECTION:

localhost.              86400   IN      A       127.0.0.1

 
 

;; Query time: 1 msec

;; SERVER: 127.0.0.1#53(127.0.0.1)

;; WHEN: Sat Feb 15 13:58:48 2003

;; MSG SIZE  rcvd: 93

Jika anda tersambung ke internet anda bisa mencoba untuk query ke suatu host misalnya :

[root@wedus named]# host www.its-sby.edu

www.its-sby.edu is an alias for ns2.its-sby.edu.

ns2.its-sby.edu has address 202.155.84.179

Anda juga bisa mengeset client anda untuk menggunakan name server yang baru saja anda konfigurasi untuk melayani query. Untuk sistem operasi Windows 2000 Server ™ adalah sebagai berikut : klik kanan pada “My Network Places” pilih “Properties”, klik kanan pada “Local Area Connection” pilih “Properties”, pilih pada “Internet Protocol (TCP/IP)” klik “Properties”, klik radio button pada “Use the following DNS server addresses”, isikan pada “Preferred DNS server”alamat IP dimana server DNS/BIND anda tersebut diinstall, disini diumpamakan IPnya adalah 10.126.24.1 . Untuk sistem operasi Windows98 ™ adalah : dari menu “Start” klik “Settings”, klik pada“Control Panel”, klik pada “Network” klik pada “TCP/IP” pilih“Properties”, pilih pada tabulasi “DNS Configuration” pilih pada“Enable DNS”, kemudian pada “DNS Server Search Order” isikan alamat IP dimana server DNS/BIND anda tersebut diinstall

Sampai pada langkah ini anda telah mengkonfigurasi BIND sebagai“caching only name server” yang akan menjawab semua query DNSdan mengingat-ingat record tersebut ketika anda melakukan querypada suatu record DNS yang sama. Hal ini mungkin akan membantu anda memperpendek waktu yang anda butuhkan untuk mengquerisuatu record jika anda berada pada koneksi internet yang pas-pasan :) (misalnya dialup atau kabel modem).

Jika anda terhubung ke sebuah ISP dan ingin membagi bebanquerydari client anda yang menuju ke server anda dengan server DNSISP anda, maka anda bisa menggunakan opsi forwarder. MisalkanDNS server ISP anda mempunyai IP 10.11.12.1 dan 10.11.12.2 maka di file named.confpada seksi options, bisa anda tambahkan :

           forward first;

           forwarders {

                10.11.12.1;

                10.11.12.2;

           };

 

Sumber :

 

http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&sl=en&u=http://www.bind9.net/&prev=/search%3Fq%3Dbind9%2B(dns%2Bserver)%26hl%3Did%26sa%3DX&rurl=translate.google.co.id&usg=ALkJrhgdJW5PJxbR5b5LL9Yw6UB5d470lQ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.